Kembali

Strategi Nutrisi, Latihan dan Mental Juara

Feature20 Oktober 2026
Ilustrasi

PB PORPROV – Keberhasilan atlet dalam kompetisi olahraga tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan fisik dan penguasaan teknik.


Penelitian di bidang sport science menunjukkan bahwa pengaturan nutrisi, program latihan yang terukur, serta kesiapan psikologis memiliki peran penting dalam mengoptimalkan performa atlet.


Ketiga aspek tersebut menjadi perhatian dalam pembinaan olahraga modern, termasuk bagi atlet yang mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026.


Dalam aspek nutrisi, penelitian yang dipublikasikan Journal of the International Society of Sports Nutrition (2017) menjelaskan pentingnya pengaturan asupan karbohidrat dan protein sesuai kebutuhan latihan. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama dalam aktivitas berintensitas tinggi, sedangkan protein mendukung perbaikan dan adaptasi jaringan otot.


Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa pengaturan waktu konsumsi nutrisi dapat membantu pemulihan tubuh setelah menjalani latihan berat. Namun, kebutuhan energi dan komposisi makanan setiap atlet berbeda, bergantung pada cabang olahraga, intensitas latihan, serta karakteristik individu.


Sementara itu, program latihan menjelang pertandingan memerlukan pendekatan khusus. Studi yang diterbitkan jurnal PLOS ONE pada 2023 menemukan bahwa strategi tapering, yakni pengurangan volume latihan secara terencana menjelang kompetisi, dapat meningkatkan performa atlet cabang olahraga daya tahan.


Melalui strategi tersebut, atlet memperoleh kesempatan memulihkan kondisi fisik tanpa kehilangan adaptasi latihan yang telah dibangun. Penurunan volume latihan umumnya dilakukan dengan tetap mempertahankan intensitas tertentu sesuai kebutuhan cabang olahraga.


Selain kesiapan fisik, aspek psikologis juga mendapat perhatian dalam penelitian olahraga.


Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan jurnal Sports Medicine pada 2024 mengkaji pengaruh berbagai intervensi psikologis terhadap performa atlet, termasuk latihan keterampilan mental, mindfulness, dan visualisasi gerakan.


Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi manfaat dari sejumlah metode tersebut. Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa kekuatan buktinya masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan metodologi lebih ketat.


Dalam praktiknya, persiapan mental dapat dilakukan melalui latihan konsentrasi, pengendalian respons terhadap tekanan pertandingan, serta simulasi situasi kompetisi.


Bagi atlet PORPROV XV Jawa Barat 2026, penerapan prinsip sport science dapat menjadi bagian penting dari persiapan menuju pertandingan.


Perpaduan nutrisi yang sesuai kebutuhan, pengelolaan beban latihan, pemulihan tubuh, dan keterampilan psikologis memberikan landasan ilmiah bagi atlet untuk mencapai performa terbaik ketika memasuki arena kompetisi.


Bagikan Berita Ini