Kembali

Sepuluh Tahun Menekuni Wushu, Muhammad Al Baqir Siap Bela Kota Bekasi di Porprov Jabar 2026

Profil Atlet31 Agustus 2026
Atlet wushu Kota Bekasi

KOTA BEKASI — Sepuluh tahun menekuni wushu telah membawa Muhammad Al Baqir dari latihan untuk mengisi waktu luang menuju persiapan membela Kota Bekasi pada Porprov XV Jawa Barat 2026. Atlet berusia 18 tahun itu akan turun pada nomor beregu Men’s Duilian.


Baqir kini tercatat sebagai mahasiswa semester pertama Universitas Indonesia. Ia mulai berlatih wushu sekitar usia delapan tahun, awalnya untuk melatih tubuh dan mengisi waktu. Kesempatan mengikuti pertandingan kemudian terbuka. Medali dan pengalaman yang diperoleh dari berbagai kejuaraan membuatnya semakin serius menjalani peran sebagai atlet.


“Lama-kelamaan saya makin serius mendalami peran sebagai atlet hingga memiliki mimpi bertanding di ajang besar dunia seperti SEA Games dan Asian Games,” ujar Baqir dalam wawancara tertulis dengan redaksi.


Kesempatan memperkuat Kota Bekasi, menurutnya, tidak diperoleh tanpa hambatan. Rekam prestasi dari sejumlah kejuaraan menjadi pertimbangan utama yang membawanya masuk dalam tim wushu Kota Bekasi untuk Porprov 2026.


Karena Men’s Duilian merupakan nomor beregu, latihan Baqir menjelang Porprov banyak diarahkan pada koordinasi tim. Ia juga meningkatkan akurasi dan kecepatan serangan, stamina, serta kemampuan nandu.


Dalam wushu, nandu merupakan rangkaian gerakan akrobatik tingkat tinggi, umumnya berupa lompatan dan putaran di udara yang diakhiri dengan pendaratan sulit.


Modal Baqir ditopang rekam prestasi yang cukup panjang. Ia meraih juara pertama Shuangjiegun D/E Putra pada Kejurnas Wushu Kungfu 2026. Pada Wugames Universitas Indonesia 2025, ia memperoleh emas Weapon Duida C2 Putra serta dua perak dari Changquan ZX dan Daoshu ZX.


Sebelumnya, Baqir merebut juara pertama Er Jie Gun C2 Putra pada Indonesia International Kungfu Championship 2024. Ia juga meraih perak Daoshu A Putra pada Wugames UI 2024 dan emas Gun Shu Grup A pada Wugames UI 2023.


Tantangan terbesarnya kini bukan hanya meningkatkan performa, tetapi juga menjaga keseimbangan antara latihan dan perkuliahan. Sebagai mahasiswa-atlet, ia menyusun jadwal mingguan, mencatat tenggat tugas, dan menentukan skala prioritas, terutama menjelang ujian.


Kepada anak muda yang tertarik pada wushu, Baqir mengajak mereka tidak takut melakukan kesalahan saat baru memulai. Menurutnya, wushu bukan hanya melatih fisik, tetapi juga membangun disiplin, kesabaran, dan mental yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.


“Yang penting konsisten berlatih dan jangan mudah menyerah ketika hasil yang diinginkan belum diperoleh. Prestasi adalah proses, bukan sesuatu yang instan,” katanya.

Bagikan Berita Ini