Kembali

Tren Olahraga Gen Z: Gaya Hidup, Pengalaman dan Komunitas

News8 Oktober 2026
Atlet Gen Z dan Maskot Walker

JAWA BARAT – Perkembangan olahraga di kalangan Generasi Z menunjukkan perubahan menarik dalam satu dekade terakhir. Olahraga tidak lagi semata dipandang sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran atau mengejar prestasi, tetapi berkembang menjadi bagian dari gaya hidup, ruang membangun pertemanan, komunitas, hingga sarana mengekspresikan diri.


Fenomena tersebut terlihat dalam tren olahraga global. Laporan Year in Sport 2025 dari Strava yang menganalisis miliaran aktivitas dan survei terhadap lebih dari 30.000 responden menunjukkan Gen Z semakin tertarik pada aktivitas fisik yang memberikan pengalaman langsung dan koneksi sosial.


Lari menjadi salah satu olahraga paling menonjol, sementara pertumbuhan klub lari menunjukkan bahwa aktivitas olahraga semakin beririsan dengan kebutuhan membangun komunitas.


Strava mencatat Gen Z 75 persen lebih mungkin dibandingkan Gen X menyebut perlombaan atau event sebagai motivasi utama berolahraga. Jumlah klub baru di platform tersebut juga hampir empat kali lipat sepanjang 2025, dengan klub lari tumbuh 3,5 kali lipat. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa event olahraga bukan hanya menjadi tujuan akhir latihan, melainkan bagian dari pengalaman sosial yang dicari generasi muda.


Kecenderungan serupa terlihat pada latihan beban. Gen Z tercatat dua kali lebih mungkin dibandingkan Gen X menjadikan weight training sebagai olahraga utama. Aktivitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan performa, tetapi juga dengan penampilan, rasa percaya diri, kesehatan, dan kebugaran jangka panjang. Pada 2026, Strava bahkan memperluas fitur latihan kekuatan untuk merespons pertumbuhan aktivitas tersebut.


Di Indonesia, tren olahraga juga bergerak ke arah yang semakin beragam. Riset Populix terhadap 1.030 responden menunjukkan olahraga telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, dengan bulu tangkis dan lari atau jogging termasuk aktivitas yang banyak diminati. Pada saat yang sama, olahraga seperti tenis, pilates dan padel ikut memperoleh perhatian, terutama di kawasan perkotaan.


Perubahan tersebut menjadi penting bagi perkembangan olahraga daerah, termasuk di Jawa Barat.


Generasi muda tidak hanya membutuhkan ruang untuk berlatih, tetapi juga membutuhkan kompetisi, komunitas, pengalaman langsung dan kesempatan menunjukkan pencapaian. Dalam konteks ini, penyelenggaraan ajang olahraga seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 memiliki posisi strategis sebagai bagian dari ekosistem olahraga yang mempertemukan atlet, komunitas, pembina, pelatih dan masyarakat.


Tren global juga memperlihatkan semakin kuatnya pemanfaatan teknologi dalam aktivitas olahraga. Strava mencatat 46 persen responden menggunakan atau terbuka menggunakan artificial intelligence sebagai pelatih cerdas, dengan Gen Z menjadi kelompok yang paling aktif memanfaatkannya. Teknologi digunakan untuk membantu menyusun latihan, membaca perkembangan performa dan menentukan aktivitas berikutnya.


Meski demikian, perkembangan teknologi justru berjalan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan terhadap interaksi nyata. Gen Z datang ke lapangan, lintasan lari, pusat kebugaran maupun arena pertandingan bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga untuk bertemu orang lain dan menjadi bagian dari sebuah komunitas.


Bagi pembinaan olahraga prestasi, perubahan perilaku tersebut menjadi peluang yang perlu dibaca secara serius. Pertumbuhan minat terhadap olahraga di kalangan generasi muda dapat menjadi modal penting untuk memperluas basis partisipasi, menemukan talenta baru dan membangun budaya olahraga yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat.


Porprov XV Jawa Barat 2026 dengan demikian tidak hanya dapat dipandang sebagai arena persaingan antarkabupaten dan kota. Ajang tersebut juga menjadi bagian dari momentum untuk memperlihatkan bahwa olahraga dapat tumbuh bersama perubahan zaman—tetap berorientasi pada prestasi, tetapi sekaligus dekat dengan generasi yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Bagikan Berita Ini