Kembali

Praktisi Sport Massage Siap Dampingi Taekwondo Kota Bekasi Pada Porprov XV Jabar 2026

News23 September 2026
Sport massage

KOTA BEKASI – Di balik kesiapan atlet menghadapi pertandingan, terdapat tenaga pendukung yang memiliki peran penting dalam membantu menjaga kondisi fisik. Salah satunya Aboy Davolta, atau akrab disapa Bang Aboy, praktisi sport massage yang akan mendampingi cabang olahraga taekwondo Kota Bekasi pada Porprov XV Jawa Barat 2026.


Pria berusia 38 tahun asal Tambun, Kabupaten Bekasi, tersebut telah menekuni terapi pijat olahraga selama hampir 15 tahun. Keahliannya berawal dari lingkungan keluarga. Menurut Aboy, kemampuan pijat secara tradisional telah dimiliki orang tua hingga kakek dan neneknya.


Kemampuan tersebut kemudian dikembangkan melalui pengalaman lapangan serta pelatihan, termasuk pelatihan yang berkaitan dengan olahraga dari KONI.


Aboy saat ini bekerja secara mandiri dan banyak mendapatkan klien melalui rekomendasi dari mulut ke mulut maupun sejumlah dojang yang telah mengenal kemampuannya menangani kebutuhan fisik atlet.


Pengalamannya tidak hanya berada di tingkat lokal. Ia pernah terlibat dalam penanganan atlet pelatnas pada sejumlah ajang besar, termasuk SEA Games Filipina 2005, Asian Games Qatar 2006, SEA Games Indonesia 2011, hingga SEA Games Myanmar 2013.


Aboy menekankan, fungsi utama sport massage lebih banyak berkaitan dengan persiapan dan pemeliharaan kondisi fisik atlet, bukan sebagai penanganan utama ketika terjadi cedera saat pertandingan.


Melalui sport massage, kondisi otot atlet dipersiapkan agar lebih siap menghadapi aktivitas latihan maupun pertandingan. Penanganannya juga membutuhkan kehati-hatian lebih tinggi dibandingkan pijat kebugaran biasa.


Keluhan yang sering ditemuinya pada atlet antara lain berada di bagian pergelangan tangan, pergelangan kaki, pangkal paha atau hamstring, serta lutut.


Menurut Aboy, praktisi sport massage juga harus memahami batas kewenangan penanganan. Apabila atlet mengalami dugaan cedera serius, termasuk patah tulang, penanganan pijat tidak dilakukan dan atlet harus segera dirujuk untuk mendapatkan pertolongan medis.


Menjelang Porprov XV Jabar 2026, Aboy berharap keberadaan tenaga sport massage semakin mendapat perhatian dalam sistem pembinaan olahraga.


Menurutnya, jumlah tenaga maupun pemahaman mengenai profesi tersebut masih relatif terbatas, padahal sport massage dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kondisi fisik atlet sebelum menjalani latihan dan pertandingan.

Bagikan Berita Ini