Kembali

Percepatan Industri Olahraga Nasional Prabowo Subianto dan Konsep Bekasi Sport City Tri Adhianto

News20 Oktober 2026
Bekasi Sport City

JAKARTA – Pemerintah berupaya memperbesar peran industri olahraga dalam perekonomian nasional melalui percepatan proses investasi dan pengelolaan fasilitas.


Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut kebijakan itu dilakukan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan potensi ekonomi nasional. Di Kota Bekasi, Wali Kota Tri Adhianto menempatkan pembangunan fasilitas dan pembinaan generasi muda dalam konsep Bekasi Sport City.


Menurut Erick, pengembangan industri olahraga merupakan bagian dari upaya mendukung target pertumbuhan ekonomi delapan persen. Kemenpora menggandeng Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal untuk memperkuat perizinan berusaha serta mengembangkan investasi keolahragaan. Sektor yang disasar mencakup penyelenggaraan pertandingan, pariwisata, dan usaha pendukung.


Pemerintah kemudian memulai penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga di Bappenas pada 30 September 2026. Penyusunan lintas kementerian ini diarahkan untuk menyelaraskan program agar kegiatan olahraga memberikan manfaat ekonomi lebih luas, khususnya bagi masyarakat di sekitar daerah tuan rumah.


Peluang bisnisnya terlihat jelas dalam Indonesia Sports Summit 2026. Berdasarkan laporan Kemenpora pada 12 Oktober, forum yang digelar pada 11–13 September itu mencatat perputaran ekonomi lebih dari Rp17 miliar dan penawaran investasi Rp1,12 triliun.


Sebanyak 118 merek dagang terlibat dalam kegiatan yang menarik 30.700 pengunjung tersebut. Forum itu menghasilkan lima nota kesepahaman bisnis olahraga, sedangkan bursa kerjanya menghadirkan 1.053 lowongan. Nilai penawaran investasi itu belum merupakan realisasi penanaman modal.


Di daerah, pengembangan olahraga menghadapi kebutuhan yang lebih mendasar: fasilitas yang digunakan secara rutin dan pembinaan yang berkesinambungan. Dua hal tersebut menjadi perhatian Tri Adhianto dalam mengembangkan Bekasi Sport City.


Dalam wawancara di Stadion Patriot Candrabhaga pada 9 September 2025, Tri menekankan pentingnya kesempatan bertanding bagi generasi muda. Pembangunan sarana perlu diikuti ruang untuk berlatih, mengikuti kejuaraan, dan membentuk mental berkompetisi.


Pemkot Bekasi mengembangkan fasilitas di sejumlah kecamatan sesuai karakter wilayah dan ketersediaan lahan. Pengembangannya mencakup kawasan olahraga serta rehabilitasi lapangan di permukiman. Porprov XV Jawa Barat 2026 yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat ini menjadi momentum untuk memperkuat pemanfaatan fasilitas dan pembinaan atlet.


Hubungan dengan industri olahraga dapat tumbuh dari kegiatan yang berlangsung teratur. Latihan dan kompetisi menciptakan kebutuhan terhadap perlengkapan, jasa pelatih, penyelenggara pertandingan, hingga layanan pendukung bagi peserta dan penonton.


Stadion Patriot Candrabhaga juga termasuk fasilitas yang mulai dijajaki untuk kerja sama pemanfaatan. Kemenpora menyatakan telah menyiapkan profil bisnis dan pemodelan arus kas untuk 20 stadion prioritas nasional. Stadion didorong memiliki kegiatan di luar pertandingan, termasuk aktivitas komunitas, hiburan, dan layanan kuliner.


Namun, perencanaan olahraga daerah belum merata. Ranto Bernard dari Kemendagri, dalam forum nasional di Jakarta pada 16 Oktober 2026, memaparkan bahwa baru lima provinsi tercatat memiliki peraturan gubernur tentang Desain Olahraga Daerah. Sebanyak 33 provinsi lainnya belum teridentifikasi memiliki regulasi tersebut.


Kemendagri mendorong percepatan penyusunan desain itu untuk memperjelas arah pembinaan dan penganggaran, sehingga persoalan administrasi, legalitas aset dan biaya pemeliharaan dapat segera diselesaikan.


Bagikan Berita Ini