Kembali

Pengaruh AI dalam Dunia Olahraga

News15 Oktober 2026
ilustrasi

PB PORPROV - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin banyak digunakan dalam dunia olahraga. Penerapannya mencakup analisis pertandingan, pendampingan latihan, pencarian bakat, hingga penyajian tayangan bagi penonton. Teknologi ini memungkinkan data dalam jumlah besar diolah untuk membantu pelatih, atlet, dan penyelenggara mengambil keputusan.


Dalam pembinaan atlet, AI dapat digunakan untuk menganalisis rekaman latihan dan pertandingan. Sistem berbasis pengenalan gambar mampu melacak pergerakan pemain serta membantu mengidentifikasi pola permainan. Hasil pengolahan tersebut menjadi bahan bagi pelatih untuk mengevaluasi penampilan individu maupun tim.


Salah satu contoh penerapannya adalah FIFA AI Pro yang digunakan pada Piala Dunia 2026. Menurut FIFA, perangkat tersebut dikembangkan untuk membantu analis pertandingan dan staf pelatih mengakses data, menyusun laporan, serta memperoleh informasi mengenai taktik dan performa. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan dengan bahasa sehari-hari untuk menelusuri data pertandingan yang tersedia.


Dukungan teknologi juga terlihat dalam pengambilan keputusan pertandingan. Pada sepak bola, teknologi offside semiotomatis memanfaatkan pelacakan tubuh pemain, data pergerakan bola, dan AI untuk memberikan peringatan kepada petugas pertandingan. Informasi tersebut membantu proses pemeriksaan posisi pemain ketika terjadi situasi yang berpotensi offside.


Dalam pencarian bakat, AI membuka peluang untuk membantu penilaian kemampuan fisik calon atlet. Komite Olimpiade Internasional atau IOC telah menjalankan inisiatif identifikasi bakat berbantuan AI, termasuk proyek percontohan di Senegal. Pendekatan ini menawarkan tambahan informasi dalam proses penjaringan atlet, meskipun hasil pengukuran tetap perlu dibaca bersama pengamatan pelatih dan perkembangan peserta.


Pengaruh AI turut menjangkau pengalaman penonton. Pada Piala Dunia 2026, FIFA menggunakan avatar tiga dimensi pemain dalam visualisasi keputusan offside. Representasi tubuh pemain yang lebih rinci membantu memperjelas tayangan ulang dan penjelasan keputusan kepada publik.


Namun, pemanfaatan AI membutuhkan kesiapan sumber daya. Kualitas rekaman, kelengkapan data, perangkat pendukung, serta kemampuan pengguna memahami hasil analisis akan memengaruhi kegunaannya. Data yang tidak lengkap dapat menghasilkan penilaian yang kurang tepat, sementara hasil analisis tanpa konteks berisiko disalahartikan.


Pengelolaan data pribadi atlet juga perlu diperhatikan. Pengumpulan informasi mengenai kondisi fisik dan performa harus disertai kejelasan tujuan, akses, serta tanggung jawab penyimpanannya.


Bagi pembinaan olahraga daerah, penerapan AI dapat dimulai dari kebutuhan yang terukur, seperti membantu evaluasi rekaman pertandingan. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kemampuan organisasi dan kebutuhan cabang olahraga. Pelatih tetap memegang peran dalam menafsirkan hasil analisis, memahami kondisi atlet, dan menentukan langkah pembinaan.

Bagikan Berita Ini