Kembali

Dari Otot hingga Otak, Update Dampak Olahraga Bagi Tubuh

News24 September 2026
Aktivitas olahraga warga Kota Bekasi dalam CFD mingguan (PB Porprov XV Jabar 2026)


PB PORPROV XV JABAR 2026 - Otak mengirimkan perintah agar tubuh bergerak. Ketika kita berolahraga, tubuh juga mengirimkan sinyal yang dapat memengaruhi kerja otak. Hubungan dua arah ini semakin banyak diteliti untuk memahami bagaimana aktivitas fisik membantu menjaga daya ingat, kemampuan berpikir, dan kesehatan tubuh.


Saat otot bekerja, jaringan ini dapat melepaskan protein pembawa pesan yang disebut myokines. Sebagian bekerja di sekitar otot, sebagian lainnya terbawa aliran darah menuju organ lain. Pesan tersebut ikut mengatur cara tubuh menyediakan dan menggunakan tenaga.


Hati, jantung, dan jaringan lemak juga menghasilkan zat pembawa pesan sebagai respons terhadap olahraga. Berbagai zat yang dilepaskan ini disebut exerkines. Melalui komunikasi kimiawi tersebut, aktivitas pada satu bagian tubuh dapat memengaruhi bagian lainnya.


Dampaknya terhadap otak semakin jelas dalam penelitian pada manusia. Kajian besar dalam British Journal of Sports Medicine pada 2025 menelaah 133 tinjauan penelitian dan menemukan bahwa olahraga dapat meningkatkan daya ingat serta kemampuan berpikir. Manfaatnya juga mencakup kemampuan mengatur perhatian, merencanakan tindakan, dan mengendalikan respons.


Besarnya perubahan berbeda antar kelompok dan jenis latihan. Kajian tersebut turut menemukan manfaat pada aktivitas berintensitas ringan. Jadi, manfaat bagi otak dapat diperoleh melalui beragam kegiatan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.


Penelitian dalam jurnal Cell pada 2026 memberikan petunjuk tentang salah satu jalurnya. Dalam percobaan pada mencit, peneliti mempelajari protein dari hati yang berkaitan dengan respons terhadap olahraga. Peningkatan protein tersebut membantu memperbaiki fungsi sawar darah-otak, lapisan penyaring yang mengatur perpindahan zat dari darah menuju jaringan otak.


Perbaikan itu disertai peningkatan kemampuan mengingat pada mencit yang menua. Mekanisme ini masih perlu diuji lebih lanjut pada manusia. Penelitian tersebut memperlihatkan bagaimana organ di luar kepala dapat memengaruhi kondisi otak melalui aliran darah.


Di bagian tubuh lainnya, manfaat aktivitas fisik telah didukung banyak bukti. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut aktivitas fisik teratur membantu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta sejumlah jenis kanker. Kualitas tidur dan kesehatan mental juga dapat membaik.


Bagi atlet yang mempersiapkan diri menuju Porprov XV Jawa Barat 2026, proses penyesuaian tubuh menjadi dasar pengaturan latihan. Beban yang diberikan secara bertahap dan terukur membantu tubuh menghadapi tuntutan pertandingan.


Pemulihan ikut menentukan hasilnya. Tidur cukup, asupan makanan yang memadai, kecukupan minum, dan jeda latihan memberi tubuh kesempatan untuk pulih. Penumpukan latihan tanpa pemulihan yang cukup dapat menyebabkan kelelahan berkepanjangan dan penurunan performa.


Bagi masyarakat umum, pilihan aktivitas bisa dimulai dari kegiatan yang mudah dipertahankan: berjalan cepat, bersepeda, berenang, senam, atau bermain bulu tangkis. Jenis dan bebannya dapat disesuaikan dengan kemampuan, lalu ditingkatkan secara bertahap.


Dari otot hingga otak, manfaat olahraga melibatkan kerja banyak organ yang saling terhubung. Kebiasaan bergerak memberi rangsangan berulang bagi tubuh untuk menyesuaikan diri, dengan dampak yang dapat dirasakan dalam kebugaran fisik maupun kemampuan menjalani kegiatan sehari-hari.

Bagikan Berita Ini