Berawal dari Gimnastik, Keita Adhitya Aisha Siap Perkuat Kota Bekasi di Porprov XV Jabar 2026

KOTA BEKASI — Ketertarikan terhadap gerakan akrobatik mengantarkan Keita Adhitya Aisha dari gimnastik artistik menuju wushu. Kini, atlet berusia 18 tahun tersebut bersiap memperkuat Kota Bekasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.
Dalam wawancara eksklusif bersama Humas-Media PB Porprov, Keita menceritakan perjalanan awalnya mengenal wushu. Sebelum menekuni olahraga bela diri tersebut, ia lebih dahulu berlatih gimnastik artistik. Ketertarikannya terhadap wushu muncul ketika melihat kegiatan ekstrakurikuler olahraga itu di sekolahnya.
Perpaduan antara gerakan akrobatik dan seni bela diri membuat wushu menarik perhatiannya. Dari ketertarikan tersebut, Keita kemudian memutuskan untuk menekuni wushu secara serius dan membangun karier sebagai atlet.
Selama tujuh tahun, Keita berlatih bersama klub Patriot Martial Arts di bawah bimbingan Muhammad Abdul Harist, atlet wushu nasional. Pengalaman latihan dan kompetisi selama periode tersebut menjadi bagian dari prosesnya hingga terpilih sebagai wakil Kota Bekasi pada Porprov XV Jawa Barat 2026 di nomor duilian kategori taolu.
Perjalanan menuju tim Porprov dilalui melalui beberapa tahapan seleksi. Prestasi Keita di tingkat klub menjadi salah satu bahan pemantauan sebelum ia mengikuti Seleksi Kota yang diselenggarakan Pengurus Cabang Wushu Kota Bekasi.
Dalam seleksi tersebut, calon atlet menjalani penilaian yang meliputi teknik jurus, kondisi fisik, kedisiplinan, serta penampilan dalam simulasi pertandingan. Setelah dinyatakan lolos, Keita mengikuti Pemusatan Latihan Cabang (Pelatcab) hingga akhirnya ditetapkan untuk mewakili Kota Bekasi.
Menjelang pertandingan, program latihannya difokuskan pada peningkatan kondisi fisik, stamina, ketajaman teknik, dan ketepatan setiap detail jurus. Persiapan mental juga menjadi perhatian agar ia mampu menjaga ketenangan ketika menghadapi tekanan kompetisi.
Bagi Keita, ketepatan gerakan dan artikulasi yang kuat menjadi aspek penting dalam penampilan wushu. Penguasaan kedua aspek tersebut diperlukan untuk meminimalkan kesalahan sekaligus menjaga kualitas penampilan saat bertanding.
Sejumlah prestasi yang telah diraih menjadi modal bagi Keita untuk menghadapi Porprov mendatang. Pada Porprov 2022, ia meraih medali perak di nomor Women’s Duilian.
Prestasinya berlanjut pada Indonesia Wushu League 2025 dengan raihan medali emas di nomor Animal Imitation dan Traditional Weapon, serta medali perak di nomor Daoshu A.
Pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu Kungfu 2026, Keita kembali meraih dua medali perak, masing-masing melalui nomor Shanzi Group D dan Other Empty Hands D.
Capaian tersebut turut membuka kesempatan pendidikan melalui beasiswa penuh jalur atlet di Universitas Esa Unggul. Saat ini, Keita tercatat sebagai mahasiswa semester tiga Program Studi Ilmu Gizi.
Di tengah kesibukan sebagai atlet dan mahasiswa, pengelolaan waktu menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapinya. Ketika masih duduk di bangku sekolah, ia harus membagi waktu antara kegiatan akademik, latihan, dan tanggung jawab sebagai ketua OSIS.
Pengalaman tersebut membentuk kebiasaannya dalam menyusun prioritas. Kemampuan mengatur waktu itu tetap ia terapkan untuk menjalani perkuliahan sekaligus mempertahankan konsistensi latihan sebagai persiapan menghadapi kompetisi.
Keita berharap semakin banyak generasi muda, khususnya perempuan, tertarik mencoba dan menekuni wushu. Menurutnya, olahraga ini tidak hanya menawarkan keindahan gerakan, tetapi juga membantu membangun kekuatan fisik dan mental.
Ia pun berpesan kepada para atlet muda agar tidak mudah menyerah dalam menjalani proses latihan dan pengembangan diri.
“Kuncinya adalah percaya pada proses, konsisten, dan jangan pernah berhenti berusaha,” kata Keita.
Temukan Informasi Terkait
Lainnya Terkait Event

ISS 2026 Soroti Potensi Ekonomi Olahraga melalui Investasi, Wisata, dan Bursa Kerja

H-50 Pembukaan Porprov XV Jabar 2026, Tahap Finalisasi Kesiapan Lintas Sektor

