Kembali

Aeromodelling, Ketika Sains dan Strategi Bertemu di Arena Porprov XV Jabar 2026

News2 Oktober 2026
Aeromodelling

PB PORPROV – Pesawat model yang melesat di udara mungkin terlihat seperti permainan atau hobi. Namun di baliknya terdapat olahraga yang menuntut ketelitian teknis, kemampuan membaca kondisi udara, konsentrasi, serta keterampilan mengendalikan pesawat.


Inilah aeromodelling, salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Porprov XV Jawa Barat 2026 yang akan dilaksanakan di Lapangan Udara (Lanud) Sulaiman, Kabupaten Bandung.


Aeromodelling merupakan olahraga dirgantara yang menggunakan wahana terbang model untuk berbagai bentuk kompetisi. Ukurannya memang jauh lebih kecil dibandingkan pesawat sesungguhnya, tetapi prinsip aerodinamika yang bekerja tetap sama. Bentuk sayap, distribusi berat, daya dorong hingga kondisi angin dapat menentukan performa sebuah pesawat model.


Karena itu, atlet aeromodelling tidak hanya dituntut mahir menerbangkan pesawat. Mereka juga harus memahami karakter wahana, melakukan penyetelan dengan presisi, serta mampu mengambil keputusan ketika kondisi cuaca berubah.


Dalam kompetisi internasional, aeromodelling memiliki beragam disiplin. World Air Sports Federation (FAI) antara lain mengelompokkan nomor free flight, pesawat dengan tali kendali atau control line, pesawat kendali radio, pesawat model bertenaga listrik, hingga sejumlah kategori olahraga drone.


Karakter pertandingannya pun berbeda-beda. Ada nomor yang menguji lamanya pesawat bertahan di udara, kemampuan melakukan manuver tertentu, kecepatan, ketepatan penerbangan maupun kemampuan atlet mengendalikan wahana sesuai lintasan dan aturan pertandingan.


Hal inilah yang menjadikan aeromodelling perpaduan menarik antara olahraga, teknologi dan sains. Faktor aerodinamika, mekanika, elektronika hingga meteorologi dapat ikut menentukan keberhasilan seorang atlet di arena pertandingan.


Pada Porprov XV Jawa Barat 2026, aeromodelling menjadi bagian dari beragam cabang olahraga yang mempertemukan atlet-atlet kabupaten dan kota untuk memperebutkan prestasi.


Kehadiran aeromodelling sekaligus menunjukkan luasnya spektrum olahraga prestasi.


Tidak selalu mengandalkan kekuatan atau kecepatan tubuh, kemenangan juga dapat ditentukan oleh ketelitian, kecakapan teknis, strategi, serta kemampuan memahami bagaimana sebuah benda dapat terbang dan dikendalikan di udara.

Bagikan Berita Ini