Kembali

Sport Industry dan Sport Tourism Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

News14 September 2026
Sport Industry Sport Tourism

KOTA BEKASI – Olahraga kini tidak lagi sebatas kompetisi, prestasi, dan perebutan medali.


Di berbagai kota, olahraga berkembang menjadi ekosistem industri yang menghubungkan penyelenggaraan event, pengelolaan venue, pariwisata, UMKM, industri kreatif, hingga ekonomi digital.


Arah tersebut sejalan dengan kebijakan pengembangan olahraga nasional yang didorong Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir. Olahraga dipandang sebagai aktivitas produktif yang dapat membuka pasar, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta menciptakan beragam peluang usaha.


Potensi itu terlihat dalam perkembangan sport industry dan sport tourism.


Penyelenggaraan pertandingan membutuhkan venue, peralatan, transportasi, akomodasi, konsumsi, promosi, serta berbagai jasa pendukung. Semakin besar skala sebuah event, semakin luas pula kegiatan ekonomi yang menyertainya.


Porprov XV Jawa Barat 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkuat ekosistem tersebut. Ajang yang berlangsung pada 7–20 November 2026 itu menempatkan Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Bogor sebagai daerah penyelenggara, dengan mempertandingkan 95 subcabang olahraga dan 1.156 nomor pertandingan.


Perhelatan berskala besar tersebut akan menggerakkan atlet, pelatih, ofisial, perangkat pertandingan, panitia, keluarga atlet, dan penonton. Aktivitas mereka tidak berhenti di arena, tetapi juga bersentuhan dengan berbagai layanan di kota tuan rumah, seperti penginapan, transportasi, rumah makan, pusat perbelanjaan, dan produk UMKM.


Dari sinilah sport tourism memperoleh ruang untuk tumbuh. Perjalanan untuk mengikuti atau menyaksikan pertandingan dapat dikembangkan menjadi pengalaman yang lebih luas, mulai dari menikmati kuliner, mengunjungi ruang publik, berbelanja produk lokal, hingga mengenal destinasi di sekitar kota penyelenggara.


Jangkauan ekosistem tersebut semakin besar melalui media sosial. Konten kreator, influencer, media digital, dan akun komunitas dapat membawa suasana pertandingan melampaui batas venue.


Bagi Kota Bekasi, Porprov XV Jabar 2026 juga menjadi bagian penting dalam pengembangan visi Sport City. Venue yang dibangun maupun direnovasi dapat menjadi modal untuk menghadirkan lebih banyak kompetisi, kegiatan komunitas, dan event olahraga setelah Porprov selesai digelar.


Namun, manfaat tersebut bergantung pada keberlanjutan.


Sport industry dan sport tourism hanya dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru apabila aktivitas olahraga terus berlangsung sepanjang tahun.


Venue yang aktif, kalender kompetisi yang konsisten, komunitas yang terlibat, promosi digital yang terarah, serta partisipasi pelaku usaha akan menentukan seberapa panjang rantai ekonomi yang terbentuk.

Bagikan Berita Ini